© 2019 by KERIKJAMU
 

CONTACT 

E: info@kerikjamu.com

Search
  • Admin

GoodNewsfromIndonesia: Kerik Jamu, Meningkatkan Minat Baca dan Kesadaran Lingkungan

Updated: Aug 25, 2019

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/07/23/kerik-jamu-meningkatkan-minat-baca-dan-kesadaran-lingkungan



Kebiasaan membaca menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dibiasakan sejak dini. Bahkan bisa dibiasakan untuk orang tua membacakan buku untuk anak sejak berada di dalam kandungan.

Reading habits become a very important thing for kids to get used to. The parents even can start to read books for their children since they are in the womb.


Manfaat dari membiasakan anak-anak untuk membaca sejak dini sangatlah banyak dan tentunya berkelanjutan hingga ia dewasa. Membaca dapat mengenalkan anak dengan kosakata dan akan meningkatkan keterampilan berkomunikasinya.

Many benefits from familiarizing children to read early and it will certainly continuing until they are grown up. Children can learn vocabulary and improve their communication skills by reading.


Tentunya akan banyak pengetahuan yang didapatkan. Dapat melatih analisis tajam sang anak juga. Banyaknya karakter yang mereka temui di buku-buku dapat membantu anak merasakan rasa empati seperti bahagia, sedih, kecewa, percaya, dan lainnya.

Surely they will also get a lot of knowledge and books can trained the child's sharp analysis as well. The number of characters they encounter in books can help children feel a sense of empathy like happiness, sadness, disappointment, believing, and more.


Membiasakan anak membaca dapat dimulai dengan membacakan buku untuknya. Hal tersebut dapat mendekatkan orang tua dengan anak pula. Namun, orang tua kadang tidak memiliki waktu untuk anaknya, mereka terlalu sibuk bekerja. Perkembangan teknologi dan munculnya gawai juga memberikan “kemudahan” orang tua dalam mengasuh anak.

Familiarizing the child reading can begin with by reading a book for them. This can bring parents closer to the child. However, parents sometimes don't have time for their children, they're too busy working. The technology development and the existence of gadgets also provide "ease" of parents in parenting.


Beruntung, Oliver Utomo Budiman memiliki orang tua yang sangat mendukung Oliver untuk membiasakan dia membaca buku. Kebiasaan membaca buku tersebut membawa Ollie, panggilan akrab Oliver, untuk menggagas program Kerik Jamu atau Tuker Plastik-Pinjam Buku.

Fortunately, Oliver Utomo Budiman has a parent who strongly supports Oliver to familiarize him with reading the book. The habit of reading the book carries Ollie, the nickname of Oliver, to initiate a program called Kerik Jamu or stands for Exchange Plastic Waste - Borrow Book.


Kerik Jamu berawal dari kesadaran lelaki berusia 18 tahun itu, bahwa masih banyak anak Indonesia yang kurang beruntung karena terbatasnya akses dan fasilitas bacaan buku yang berkualitas untuk anak-anak.

Kerik Jamu is based on the awareness of the 18-year-old man, that many Indonesian children are less fortunate because of the access limitation and lack of qualified reading facilities for children.


Program tersebut merupakan kerja sama tim Kerik Jamu dengan Alfamart dalam memberikan akses untuk anak-anak membaca buku. Selagi orang tua sedang berbelanja, anak bisa ke counter buku yang disediakan di dekat kasir. Ollie memilih tempat belanja sebagai akses meminjam buku karena tempat belanja sering dikunjungi oleh ibu-ibu dan anak mereka.

The Program is cooperating with Alfamart in giving access for children to read books. While the parents are shopping, children can go to the counter book provided near the cashier. Ollie chose retail store as a facility place to borrow books because it is frequently visited by mothers and their children.


Baru saja diluncurkan pada Selasa (23/7) di Surabaya Creative Hub (komplek Perpustakaan Bank Indonesia) bertepatan dengan hari Anak Nasional, Ollie yang merupakan mahasiswa di Phillips Academy Andover, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa selain memberikan anak-anak akses untuk membaca, juga memberikan edukasi mengenai sampah organik dan anorganik.

Recently launched on Tuesday (23/7) in Surabaya Creative Hub (a complex of Bank Indonesia Library) coinciding with the National Children's Day, Ollie who is a student at Phillips Academy Andover, United States of America, reveals that in addition to providing Children access to read, also to educate about an organic and inorganic waste.


Itu dikarenakan untuk dapat meminjam buku selama satu minggu, peminjam harus menukarkannya dengan sampah plastik.

That's because to be able to borrow a book for a week, borrowers should exchange it with plastic waste.

Ollie mengungkapkan bahwa program tersebut juga termasuk dalam aksi sosial yang mengajarkan anak-anak untuk lebih peduli dengan lingkungan.

Ollie revealed that the program is a social action that teaches children to be more concerned with the environment.


Tujuan digagasnya program Kerik Jamu ini, selain memudahkan akses juga untuk menaikkan minat baca anak Indonesia, mengingat berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional tahun 2017, orang Indonesia rata-rata hanya membaca tiga sampai empat kali dalam seminggu.

The purpose of this Kerik Jamu program, in addition to provide easy access to book facility also to raise the reading interest of Indonesian children, considering based on data from the National Library in 2017, the average Indonesian people only read three to four times a week.


Perpustakan mini Kerik Jamu saat ini tersedia di 50 gerai Alfamart dan tersebar di beberapa wilayah. Lebih tepatnya tersebar di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik selama tiga bulan ke depan. Harapan Ollie untuk mewujudkan makin banyak Alfamart yang menyediakan perpustakan mini.

The mini library of Kerik Jamu is currently available at Alfamart's 50 stores and are distributed in several areas. More precisely spread in the area of Surabaya, Sidoarjo, and Gresik for the next three months. Ollie hopes there will be more Alfamart stores to have the mini libraries.


Masyarakat dapat membantu menyumbang buku-buku dengan memberikannya di Alfamart yang memiliki perpustakaan mini. Setiap menyumbang 25 buku akan mendapatkan tumbler. Buku yang dapat disumbangkan adalah buku anak-anak, sedangkan untuk setiap pengembalian buku maka akan mendapatkan sedotan yang terbuat dari bambu.

Public can help donate books by giving them to Alfamart stores that has Kerik Jamu's mini library. Every 25 books donation will get a tumbler. The book that can be donated is only a children book, while for every return of the book, borrowers will get a straw made of bamboo.


Sosialisasi sendiri dilakukan dengan mendatangi RT/RW yang dekat dengan perpustakaan mini Alfamart dan sosialisasi juga sudah dilakukan ke sekolah dengan mengundang SDN Sawunggaling 1 Surabaya, SDN Tegalsari 1 Surabaya, dan SDN 1 Ngagel Surabaya.

The program socialization is done by visiting RT/RW which is close to Alfamart stores and socialization has also been done to the school by inviting SDN Sawunggaling 1 Surabaya, SDN Tegalsari 1 Surabaya, and SDN 1 Ngagel Surabaya.


Program tersebut merupakan program bersama yang akan berjalan dengan sinergi jika masyarakat juga memberikan dukungan seperti menyumbang buku. Mari kita wujudkan upaya meningkatkan minat baca dan kesadaran akan lingkungan.

The program will need a synergy with the community that can provides support such as contributing books. Let's improve our environmental awareness and reading interest together.

1 view